Minggu, 21 Oktober 2012

Banyuwangi Dikunjungi Kontestan Miss Coffe International


TRIBUNNEWS.COM,BANYUWANGI- Tidak kurang 14 Peserta Miss Coffee International dari 14 negara berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur.Sejumlah kontestan Miss Coffee International belajar Tari Gandrung (Foto: Juliatmoko/Koran SI)
Sejumlah kontestan Miss Coffee International belajar Tari Gandrung (Foto: Juliatmoko/Koran SI)

14 Peserta Miss Coffee International yang berasal dari Indonesia, Guatemala, Belanda, Kenya, Jerman, Slovakia, Australia, Afrika Selatan, Republik Dominica, Serbia, Columbia, Jepang, Myanmar dan Moldova tersebut, akan melihat secara langsung kepada para kontestan Miss Coffee International bagaimana perkebunan kopi di Banyuwangi. Karena kualitas kopi Banyuwangi dianggap yang terbaik di Jawa Timur.
Kita ketahui kualitas kopi Banyuwangi (Jatim) berada di peringkat no 4 setelah Jamaica, Hawai, dan Toraja. Sementara dari sisi kuantitas, Indonesia adalah produsen kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam.
Para peserta yang mengikuti kontes di Bali dari tanggal 15 – 23 Oktober di Bali, sengaja diajak mengunjungi Banyuwangi pada tanggal 18 Oktober, sekaligus bermalam di areal perkebunan kopi di Belawan, yang posisinya tepat berada di bawah Gunung Ijen.
Keesokan harinya, Jumat (19/10/2012), peserta akan diajak menyangrai kopi bareng di Desa Kemiren Banyuwangi yang terkenal sebagai Desa Adat Masyarakat Using.
Acara sangrai kopi tersebut bertepatan dengan perhelatan Festival Kemiren yang
rutin digelar setiap tahun.
Peserta akan kembali ke Bali untuk mengikuti sesi penjurian selanjutnya pada
hari Sabtu (20/10/2012). Sedangkan grand final akan diselenggarakan pada 23 Oktober mendatang.
Ketika diterima oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Pendopo Sabha
Swagata Blambangan pada Kamis (18/10) oleh Bupati Banyuwangi yang diwakili
Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Drs Ketut Kencana Nirha Saputra,
para kontestan diajak untuk menikmati kopi khas Banyuwangi.
Kopi tersebut dikelola oleh Iwan Setiyawan, tester kopi Banyuwangi tingkat internasional, yang menslogankan Banyuwangi sebagai The City of Coffee, dengan motto ” Sekali Seduh Kita Bersaudara”.
Mereka juga dihibur dengan tarian khas Banyuwangi seperti Jejer Gandrung dan tarian Kembang Goyang. Selain itu mereka juga diajak menarikan tarian Padang Bulan bersama para penari dari sanggar tari Lang-lang Buana, Banyuwangi.

Jumat, 12 Oktober 2012

BANYUWANGI FESTIVAL


DIGELAR, BALAP SEPEDA INTERNATIONAL BANYUWANGI TOUR DE IJEN


Sabtu, 29 Sepember 2012 | 19:48

Balap sepeda tingkat internasional akan kembali digelar di Jawa Timur. Para pembalap nasiona maupun internasional akan kembali berlaga dalam satu rangkaian kegiatan Banyuwangi Ijen Festival pada 7-9 Desember.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, event balap sepeda Banyuwangi Tour de Ijen akan terbagi dalam tiga etape dengan total jarak tempuh sekitar 340 kilometer. Adapun rute yang dilalui mulai dari Banyuwangi, Pulau Merah, Kali Baru dan finish di Kawah Ijen.
Kita datang ke Surabaya untuk meminta arahan KONI Jawa Timur dan Pengprov Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jawa Timur untuk menggelar Banyuwangi Tour de Ijen. Karena ini yang pertama kalinya,” katanya saat ditemui di kantor KONI Jawa Timur, Jumat (28/9).
Sejauh mana persiapannya ? Abdullah Azwar Anas memaparkan, sekarang masih dalam pengerjaan dan perbaikan infrastruktur jalan. Serta pengerjaan fasilitas pendukung lainnya. “Sekarang selesaikan infrastruktur 350 km. Targetnya November selesai,” kata Abdullah Azwar
Tujuan digelarnya Banyuwangi Tour de Ijen untuk mengikuti jejak sukses gelaran TdEJ. Disamping untuk mempopulerkan olahraga balap sepeda, gelaran Banyuwangi Tour de Ijen juga untuk kepentingan promosi. Dengan digelarnya balap sepeda diharapkan Banyuwangi, khususnya Kawah Ijen bisa semakin dikenal didunia internasional. “Kita ingin mempromosikan Banyuwangi lewat olahraga,” ungkapnya.
Soal peserta, pihak Pengcab ISSI Banyuwangi selaku panitia penyelengara menargetkan diikuti 20 tim. Yakni, 10 tim lokal dan 10 im asing. Dari 10 tim asing yang sudah dibidik untuk menjadi peserta, 8 tim diantaranya sudah menyatakan ketersediaan. Adapun 8 tim tersebut diantaranya dari Australia, Jepang, Brunai Darussalam, Singapura, Iran, Filipina dan Malaysia. “Dua tim dari Khazakthan dan Taiwan belum memberikan konfirmasi,” terang Ketua Umum Pengcab ISSI Banyuwangi, Guntur Priambodo
Sedangkan untuk peserta lokal sendiri dipastikan sejumlah tim ternama bakal ikut meramaikan. Seperti dari Polygon Sweet Nice (PSN), Wim Cycle, CCC Jakarta, Putra Perjuangan Jawa Barat, WSP dan sejumlah tim lainnya. Serta tak ketinggalan pula tim balap sepeda asal Banyuwangi, yakni, Banyuwangi Road Cycling Club (BRCC). (her)